Tuesday, August 28, 2007

Free Hosting untuk Moodle

Setelah melakukan pencarian freehosting/freeserver yang bisa kita install Moodle, saya menemukan sebuah penyedia freehosting yang bisa kita gunakan untuk kita gunakan sebagai situs elearning dengan platform Moodle.
Freeserver tersebut adalah 100 Web Space, kita akan mendapatkan fasilitas 1 domain, bisa domain sendiri atau freedomain dari subdomain 100webspace.net, berikut ini spesifikasinya:
100 Web Space alamatnya http://www.100webspace.com
fasilitasnya cukup menarik :
• 1 Domain Hosted
• 100 MB Data Storage
• 3 GB Data Transfer
• PHP, Perl/CGI-BIN
• 5 Subdomains
• 1 MySQL Database
• 5 MB MySQL Space
• FTP Access
• POP3/IMAP E-mail (No SMTP)
• 24/7 Technical Support
• Small Banner Ad

dan kita bisa install moodle melalui controlpanelnya, menu: Web Tools - eLevante
Free Scripts, dan pilih Moodle. Contoh hasilnya
http://wahyupur.100webspace.net/moodle/

Thursday, August 23, 2007

Pelatihan eLearning di Bontang - Kaltim

Minggu ini mulai 20 Agustus 2007 saya memberikan pelatihan eLearning bagi Guru-guru SLTA di Kota Bontang - Kalimantan Timur.
Pelatihan ini lebih menekankan kepada pengembangan konten dan mengelola di platform eLearning menggunakan moodle.
Jumlah peserta 15 orang, dan akan berlangsung selama 2 minggu di SMA YPK/yayasan pupuk kaltim.
Saya pertama kali ke Bontang Kalimantan Timur, dari malang via surabaya - balikpapan, kemudian naik taxy melalui samarinda, terus ke bontang.
Jadi ingat teman s2 dari poltek samarinda, untung saya masih punya catatan di website saya, setelah cari-cari ketemu di http://www.geocities.com/wahyupur/direktori.html
juda nemukan link penelitian saya di http://www.geocities.com/wahyupur/sppdpp.htm

Friday, April 20, 2007

Backup otomatis di Moodle

Pada awal April 2007 saya membuka sebuah kelas eLearning dengan topik "Computer Hardware" melalui platform Moodle di situs http://www.igi-alliance.com/eLearning. Peserta eLearning berasal dari peserta LF VEDC Malang. Jumlah peserta ada 16 orang, lulusan SLTA dan sebagaian besar adalah tenaga administrasi yang selalu banyak berhubungan dengan komputer, tetapi secara aplikasi.
Bagi mereka, ini adalah kelas pertama mengikuti materi pelatihan menggunakan eLearning, jadi mereka semangat untuk selalu online, diskusi di forum, membaca materi dan menyelesaikan tugas-tugas yang ada.
Minggu pertama tersebut mereka menyelesaikan 2 modul, minggu berikutnya mereka kaget karena ketika login, course mereka "hilang". Ternyata ada maintenance di server eLearning tersebut, yaitu upgrading. Tapi masalahnya, upgrading tersebut diawali dengan menghapus course yang ada, jadi course Computer Hardware terhapus alias hilang. Mungkin ini mudah diatasi jika sebelum dihapus dibackup dulu, sehingga bisa direstore.
Jadi sebaiknya kita selalu membackup sebelum melakukan penghapusan course. Hal ini bisa juga dilakukan oleh tutor setiap course, tetapi hanya pada course yang diasuh oleh tutor tersebut.
Cara yang lain, adalah mensetting backup otomatis pada server. Setting ini hanya bisa dilakukan melalui Administrator oleh user Administrator. Jadi admin memanfaatkan fasilitas backup di server untuk di setting otomatis schedulnya, mungkin tiap minggu. menu ini ada di Configuration - Banckup (Configure automated backups and their schedule), yang bisa setting ini cuma admin, teacher tidak bisa men-setting ini.
Kesimpulannya: bahwa backup yang sering dipandang sebelah mata dan mungkin agak merepotkan ternyata penting sekali.

Friday, March 16, 2007

Merestore atau menambah modul di Moodle

Apabila kita ingin merestore sebuah modul course yang telah dibackup ke dalam platform elearning kita di moodle, cukup dengan menggunakan menu restore.
Modul course yang dibackup mempunyai format *.zip, inilah yg nantinya kita restore. Langkah-langkahnya adalah sbb: kita login sebagai admin di platform moodle, setelah itu di menu Administration ada menu Restore, klik menu tsb, maka kita masuk ke Sites files, klik button Upload a file, browse, pilihlah file yang akan diupload ( *.zip), kilik upload. Maka file ada di folder Site Files, disebelah kanan ada link Restore, kemudian ada pertanyaan "Do you want to continue?" klik Yes untuk lanjut, scroll bar ke bawah, klik continue, klik lagi continue, kalau sudah yakin klik : Restore this course now! apabila berhasil maka tampil Restore completed successfully, kemudian klik continue, maka modul yang kita restore akan menjadi modul course baru di platform elearning kita.

Monday, February 19, 2007

Google Analitycs


Ingin web kita di analisis? utamanya statistik pengunjung? kalau jawabannya iya, kita bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Google, silahkan kunjungi web http://www.google.com/analytics/

kalau kita sudah punya account gmail, maka sangat mudah untuk mendapatkan fasilitas ini, kalau belum harus mendaftar dulu di gmail.google.com , setelah itu kita tinggal menuliskan alamat web kita yang ingin di analisis, kemudian kita mendapat script yang nantinya harus kita pasang di web tsb. Sejak saat itu maka web kita akan dimonitor pengunjungnya, dicatat datanya dan kita mendapat laporannya, tidak hanya angka-angka saja, tapi kita juga mendapatkan gambar-gambar grafik dari bermacam2 analisis yg diberikan oleh google, contohnya seperti gambar di samping.

Friday, January 19, 2007

Malang Joint Campus

MJC mengembangkan konsep eLearning dengan sistem "blended learning", yaitu pola sandwich 1 : 3, dimana setiap bulan 1 minggu tatap muka di MJC dan 3 minggu belajar mandiri serta eLearning dari institusi/tempat kerja masing-masing.

Sebagai pilot project, MJC dikembangkan di Villa Gunung Buring Malang, pada bulan Pebruari akan menerima beasiswa dari Beasiswa Unggulan Jardiknas. Khususnya bagi guru/teknisi lab komputer sekolah se-Malang Raya. Selengkapnya di www.malangjc.org

Thursday, January 11, 2007

Perangkat Lunak Perpustakaan "Athenaeum Light"

Tadi pagi ada teman yang menanyakan tentang software perpustakaan, kadang2 orang langsung menyebut digital library. Sebenarnya ada tiga digital library, satu software adalah untuk administrasi perpustakaan : daftar bibliografi, peminjam buku, report peminjaman dll. Dan satu lagi Digital Library yg biasanya hanya mencantumkan daftar bibliografi dan data buku serta ebook, sehingga bisa diakses secara online. Serta yang menggabungkan keduanya.
Untuk yang pertama, sebut saja Perangkat Lunak Perpustakaan, saat ini cukup banyak, tapi umumnya berbayar, yang opensource saya belum tahu, tapi ada yang freeware yaitu "Athenaeum Light".
Jadi kita bisa memanfaatkan "Athenaeum Light" secara gratis untuk mengelola perpustakaan kita, baik pribadi maupun sekolah. "Athenaeum Light" ini memiliki banyak feature, seperti pencarian buku dan peminjam, pembuatan surat penagihan, report bulanan yang lengkap dengan grafik dll.
"Athenaeum Light" juga ada versi berbayar, yaitu pro-ligth, namun ini berbayar, sedangkan keuntungannya, jumlah data yg direcord jauh lebih banyak.
Lebih lengkap tentang "Athenaeum Light" serta bisa download software, bisa lihat di http://www.sumware.net/sumware.co.nz/athenaeum/index.php
"Athenaeum Light" saat ini banyak digunakan oleh sekolah2 di newzealand, untuk indonesia, bisa lihat pemakaiannya di Perpustakaan Depdiknas Jakarta dll.
Selain itu saat ini sudah ada Komunitas Athenaeum Ligth Indonesia, dengan member lebih 100-an, rencananya akan mengembangkan lagi untuk yang lebih lengkap, webnya bisa dilihat di: http://kali-indonesia.blogspot.com/
juga link ke web yang lain, di sana bisa kita baca: Kata "Athenaeum" diambil dari bahasa Yunani, yang artinya perpustakaan atau reading room. Nama ini digunakan oleh Sumware Consulting, NZ untuk nama produk perangkat lunak "gratisan" yang mereka buat.
Versi Light, adalah versi sederhana dan merupakan potongan dari versi yang lebih lengkap Athenaeum Pro (proprietary). Sekalipun aplikasi ini free dan sekedar potongan perangkat lunak untuk tujuan promosi (strategi marketing), tampaknya fasilitas yang ada sangat menarik untuk dipakai sebagai salah satu otomasi perpustakaan secara sederhana.
Saya sendiri pernah menggunakan software ini, bahkan waktu itu masih versi 5, satu hal yang menarik adalah, adalah kita bisa mengmport data perpustakaan kita, yang mungkin sebelumnya ditulis MS. Excel, selanjutnya tinggal di import. Namun satu hal yang perlu diingat, pastikan komputer yg digunakan sbg server untuk Athenaeun ibi harus yang dilengkap UPS agar bila listrik mati, komputer tidak langsung mati, karena komputer menjalankan database, apabila komputer mati tiba-tiba, databasenya bisa corrupt dan data hilang. Tentu kita tidak menginginkan database yang berisi puluhan ribu data, hilang percuma.
Yang menyenangkan dari Athenaeum adalah kita bisa membuat surat tagihan secara otomatis, serta report bulanan berisi statistik perpustakaan kita disertai grafik yang menarik, dan satu lagi: Software ini Gratis!!

Tuesday, January 09, 2007

Wordpress Blog Simple dgn berbagai Theme

Menurut Bonk, Blog merupakan salah satu "Learner Empowerment and Individualization of learning", jadi sebaiknya kita memiliki Blog dan murid2 juga memiliki Blog. Cara yang paling mudah melalui www.blogger.com, www.blogsome.com, www.wordpress.org, yahoo blog atau kita bisa search di Google dgn kata kunci "free blog".
Wordpress bisa menjadi pilihan, karena cukup simpel, bisa dapat free hosting atau bisa diinstal di server kita sendiri, sehingga bisa kita customize sendiri.
Pilihan theme atau tampilan juga cukup banyak, hanya memang kita harus download dan install sendiri, salah satu alamat web yang menyediakan theme untuk wordpress adalah

Wordpress juga memiliki feature-feature masa kini, seperti:
* Podcasting with Wordpress
* vBlogging - Video Blogging
* Music Blogging
* moBlogging (Mobile Blogging)
* Using Images
* Photoblogs and Galleries

Blog via email juga bisa dilakukan di Wordpress, juga fasilitas bahasa ada pilihan, termasuk bhs indonesia, bahkan bahasa jawa, yg bisa ditemukan di jawa.lesehan.or.id, disana bisa kita baca: "Sugeng Rawuh dhateng WordPress. Tulisan meniko ateges tulisan sepisanan. Panjenengan saged ngowahi utawi mbusak tulisan meniko, lajeng kantun uthik ing ndonya blog!"

ok ... selamat ber-bog ria

Friday, January 05, 2007

Hak Paten Blackboard diminta dibatalkan!

Kantor Hak Paten di US, diminta untuk meninjau ulang dan menarik kembali Hak Paten untuk Blakboard (sebuh LCMS Komersil), tepatnya 30 nov yang lalu, The Software Freedom Law Center (SFLC), penyelenggara layanan hukum yang melayani perlindungan Free danOpen Source Software, meminta United States Patent and Trademark Office (USPTO) untuk eninjau ulang dan menarik kembali Hak Paten untuk Blakboard . Jika ini berhasil maka akan membatalkan atas 44 klaim yang diajukan Blackboard.
Blackboard, Inc., maker of web-based software that allows teachers and students to interact outside of the classroom, was awarded the patent on January 17, 2006. The patent, "Internet-based education support system and methods" (U.S. 6988138), grants Blackboard a monopoly on most educational software that differentiates between the roles of teacher and student until the year 2022.

The Software Freedom Law Center filed the re-examination request on behalf of Sakai, Moodle and ATutor, three open source educational software programs. The request cites documents that predate the filing of the Blackboard patent and describe everything claimed in it. For a patent to be valid, it must contain ideas that were original when it was filed.

"In a free society, there is no room for a monopoly on any part of the educational process," said Eben Moglen, Executive Director of SFLC and Professor of Law and Legal History at Columbia University. "We are confident that there is enough prior art for the Patent Office to open, re-examine, and ultimately revoke all of the patent's claims."

The Software Freedom Law Center filed the request for re-examination on November 17. The Patent Office will decide whether to order re-examination of the patent within three months.

About the Blackboard Patent

In July, Blackboard filed a lawsuit against Desire2Learn, a competing educational software maker, alleging infringement of its e-Learning patent. Although Desire2Learn's software is not open source, the open source and educational software communities responded with immediate concern to the possibility of an additional lawsuit that targets them.

"The educational software community has for decades thrived on the open discussion and transmission of ideas," said Joseph Hardin, Sakai Foundation Board Chairman. "We are deeply concerned that Blackboard's broad patent will stifle innovation in our community."

"Blackboard's patent is patently unjust, as it covers ideas that were widely known and implemented before it was granted," said Martin Dougiamas, founder of Moodle. "It's part of a disturbing trend of patents that seek to lock up obvious cultural ideas as the property of individuals."

After Blackboard filed the lawsuit against Desire2Learn, volunteers across the Internet found examples of older programs that used ideas claimed by the patent. These volunteers collaborated to make a Wikipedia article on the "History of virtual learning environments," which documents several examples of prior art.

"A patent on an educational concept -- namely the relationship among students, instructors, and administrators -- makes no sense," said Greg Gay, project lead of ATutor. "Such ideas are public and have been practiced for centuries; they are not the result of research and development."

About the Software Freedom Law Center

The Software Freedom Law Center -- chaired by Eben Moglen, one of the world's leading experts on intellectual property law as applied to software -- provides legal representation and other law-related services to protect and advance Free and Open Source Software. The Law Center is dedicated to assisting non-profit open source developers and projects. For criteria on eligibility and to apply for assistance, please contact the Law Center directly or visit the Web at http://www.softwarefreedom.org.

LCMS yang Open Source

Learning Content Management System (LCMS) atau Course/Learning Management System adalah conten management system untuk pengelolaan eLearning. Saat ini banyak tersedia LCMS seperti Blackboard, WebCT, ATutor, Moodle, Sakai dll. Dua yang pertama (BlackBoard & WebCT) berbayar atau software komersil, artinya kita harus membeli software tersebut ataupun membayar fee tahunan dari system yg disediakan.
Padahal sebuah LCMS sangat diperlukan ketika kita mengembangkan eLearning, karena LCMS menyediakan fitur-fitur serta tool untuk mengelola kelas dalam eLearning, seperti untuk Administrasi, Kolaborasi dan Pembelajaran (material, soal, tugas dll). Untuk itu bagi sekolah ataupun institusi pendidikan akan mengembangkan eLearning, bisa memilih sebuah produk LCMS atau membuat sendiri, namun jika banyak pilihan produk, bagi kita di negara berkembang dimana dana menjadi satu pertimbangan, bisa memilih yang berbayar atau free (open source).
Nah saat ini, ada 3 LCMS terkenal dan handal yang free, ada yg berlisensi GPL (Generap Public License), ada yg EPL - Educational Community License (ECL).
Berikut ini sekilas 3 LCMS yang Open License tersebut:

Sakai
The Sakai Foundation adalah korporasi non-profit yang mendukung pengembangan dan distribusi dari Sakai Collaboration and Learning Environment (SAKAI CLE) yang free dan open source. SAKAI CLE memungkinkan pelajaran online, pengajaran, kerja sama/kolaborasi dan riset baik internal maupun masyarakat luar.
The Sakai Foundation terdiri dari komunitas developer, komunitas perguruan tinggi, individu dan perusahaan yang berperan untuk SAKAI CLE, dan mendukung penggunaan di ratusan institusi pendidikan/sekolah, perguruan tinggi kecil hingga universitas di seluruh dunia. Webnya adalah www.sakaiproject.org

Moodle
Moodle adalah software open source yang dirancang untuk pembelejaran berbasis Internet, dengan pengembang yang dipimpin oleh pendirinya Martin Dougiamas dan didukung oleh komunitas lebih dari 150.000 pendidik dan pengembang. Saat ini digunakan di 164 negara lebih dari 19.000 sites dalam 75 bahasa. Moodle dipersembahkan untuk menggunakan tool yang meningkatkan kedalaman dan jangkauan pendidikan online, terutama di area dimana perangkat lunak komersi tidak mampu menyediakannya. Info lanjut langsung ke www.moodle.org


ATutor
ATutor adalah Open Source Web-based Learning Content Management System (LCMS) yang dirancang untuk dapat diakses bagi semua yang mungkin menggunakan sistem termasuk mereka yang mempunyai cacat, dan merancang untuk dapat menyesuaikan diri ke kebutuhan intervi para guru individu, serta dapat mengatur sistem kepada kebutuhan pengajaran spesifik mereka. Dengan keikutsertaan dari banyak kelompok di seluruh dunia, ATUTOR sedang dikembangkan dan dimaintenance di University of Toronto's Adaptive Technology Resource Centre salah satu dari kontributor yang terkemuka pada disain inclusif untuk teknologi informasi.

Gimana memilih diantara 3 LCMS tersebut, pertimbangan yang paling mudah adalah kebutuhan sistem/server serta fitur/tool yang disediakan oleh masing2 LCMS. OK, saya akan menulis masing2 LCMS tersebut.

Tuesday, January 02, 2007

Trainingshare.COM

Beberapa waktu lalu saya menerima CD artikel dari Ibu Uce (Poltek Sakti), isinya semua materi dari Dr. Bonk (key Note speaker konferensi internasional eLearning di Bangkok).
Dari beberapa presentasi dan artikel yang saya baca, saya tertarik dengan sebuah link yg ditulisnya, yaitu Trainingshare.com
Saya coba masuk ke Trainingshare.com, saya menemukan berbagai informasi resources bagi trainer maupun instruktur yang bekerja di dunia training baik pendidikan tinggi, pemerintahan, militer maupun perusahaan swasta.
Di bagian Resources, kita dapat menemukan informasi yang berguna bagi online training/workshop, dan berbagai link umum.
Situs ini juga memiliki feature presentasi dan keynote speak dari Dr. Curt Bonk, yang merupakan pemilik trainingshare.com, courseshare.com, dan lebih dari 140 artikel dan buku pada e-Learning.
Presentasi2 yang ada serta dokumen bisa didownload untuk membaca, tentunya seijin penerbit.
Selain situs ini, ada link menarik yaitu surveyshare.com

Tuesday, December 26, 2006

Project Pembuatan Modul eLearning!

Saya baca di Kompas hari ini, DepDikNas melalui Dikti mengundang staf pengajar di lingkungan PTN/PTS untuk mengajukan proposal Pembuatan Modul Pembelajaran yang dapat dipakai sebagai bahan ajar dalam pembelajaran jarak jauh.
Pendanaan yang tersedia untuk setiap proposal adalah Rp. 100 juta ... lumayan kan?! Untuk tahun 2007 ini tersedia dana untuk 15 proposal. Setiap proposal sebaiknya dibuat oleh Team yang terdiri dari beberapa institusi, ini akan memberi nilai lebih.
Proposal yang diajukan dan memenuhi kriteria seleksi diharapkan sudah dapat diimplementasikan pada semester I tahun ajaran 2007/2008.
Program ini adalah untuk mendukung Global Development Learning Network.
Tertarik tentang project ini? langsung saja ke http://www.imhere-dikti.net
Atau mau ngajak saya ngajuin proposal ini, kontak aja wahyupur at yahoo.com

Friday, December 22, 2006

Belajar Masakan Thailand Online

Satu lagi oleh-oleh dari eLearning Conference Bangkok adalah Thaicuisineonline.com, sebuah situs eLearning tentang bagaimana menyiapkan hidangan utama Thailand, menyediakan berbagai course penyajian hidangan utama Thailand seperti Tom Yang Kung, Phat Thai, Kaeng Wan kai, Thod Mun, Som Tam dll.

Situs dengan moto "Cutting Edge Thai Cuisine for All Thai Food without Frontiers" ini menggunakan Learning Management System berupa Education Sphere dimana LMS ini dikembangkan oleh SUM : School and University Media sebuah perusahaan SUM System .,Co.Ltd Bangkok yg diantaranya disponsori oleh SUN Systems.
LMS ini berbayar dengan fitur yang cukup menarik diantaranya :
System Architechture
  • User Layer
  • Application Layer
  • Content Layer
Features & Benefits
  • For Student
  • For Instructor
  • For Parent
  • For Academic Admin
Create online lesson
  • Templates
  • Virtual Classroom
Untuk administrasi juga cukup menarik, karena ada chart/keranjang belanja ketika kita tertarik untuk mengikuti sebuah Course, tinggal pilih course, kemudian masukkan ke chart maka kita bisa tahu berapa yang harus kita bayar.

Saya mencoba mendaftar di situs tersebut, cukup mudah dan cepat, setelah login kita bisa melihat course-course yang ditawarkan, di personal menu kita bisa melihat my profile, my calendar, private messages, address book. Juga ada file manager yang bisa digunakan untuk menyimpan file-file kita, disini kita bisa bikin folder baru, upload, delete, rename bahkan zip dan unzip file.

LMS ini mempunyai pilihan 2 bahasa yaitu Thai dan English, untuk thaicuisineonline.com sendiri dikembangkan oleh Rmkhamkaeng University dan Rajamagala Institute of Technology. Contoh yang ada bisa menjadi ide yang menarik buat teman-teman di SMK Boga/Pariwisata.

Thursday, December 21, 2006

Pengolah Kata online di Google

Google saat ini menyediakan fasilitas pengolah kata (wordprocessing) dan lembar kerja (spreadsheets) secara online yaitu di http://docs.google.com . Dengan fasilitas ini kita bisa mengedit file pengolah kata dan lembar kerja dari manapun dan kapanpun secara online, tanpa kita perlu menyediakan aplikasi seperti MS Word/Excell yg harus berbayar, cukup dengan browser seperti Mozilla/IE.

Banyak fitur yang disediakan oleh Google pada fasilitas ini, antara lain kita bisa berbagi dokumen dan juga mengedit bersama.

Untuk eLearning ini juga menguntungkan, karena peserta bisa langsung membuat tugas di sini, menyimpannya kemudian mengirimkannya. Mengupload Word documents, OpenOffice, RTF, HTML or text. Menownload document ke desktop kita sebagai Word, PDF dan jenis dokumen lain. Melihat sejarah perubahan dokumen serta, menjadikan ke versi yang lain. Dokumen yang kita buat juga bisa di publish, atau hanya untuk kita sendiri. Juga bisa diposting di Blog.

Yang cukup menarik, kita bisa membuat dokumen baru dengan menuliskan diemail dan mengirimkan kealamat acount doc Google kita, atau kita kirim sebagai attachment!! dan langsung masuk ke file manager dokumen kita.

Untuk menggunakan layanan ini tentunya kita harus punya account Google atau bagi yg sudah punya Gmail bisa mulai, pertama kita diminta memasukan informasi nama lengkap, selanjutnya kita bisa membuat dokumen baru (New Document), lembar kerja baru (New Spreadsheet), ataupun Upload.

Ketika kita membuat/mengedit dokumen maka browser kita akan bertambah dengan menu-menu seperti layaknya sebuah pengolah kata, ada file- simpan, print - preview, formating, email, publish hingga spelling check. Jadi sebenarnya banyak juga kelebihan dibanding kita harus menggunakan pengolah kata, yaitu publish dan collaborate (kolaborasi). Satu keuntungan lagi kita nggak perlu kuatir jika harus mengolah dokumen di warnet yg mungkin tidak ada pengolah katanya atau malah terlalu banyak virus.

Ingin mencoba silahkan masuk ke http://docs.google.com/ dan dapatkan info lebih lengkap di http://www.google.com/support/writely

Wednesday, December 20, 2006

Konferensi Internasional eLearning

Pada tanggal 14-16 Desember 2006 saya menghadiri Konferensi Internasional eLearning di Bangkok Thailand. Hadir pada acara konferensi tersebut para peneliti, pengembang dan praktisi eLearning dari perguruan tinggi/institusi berbagai negara. Selama 3 hari konferensi, tiap sesi pagi diawali dengan keynote speaker dari Indiana University, GMU, University of Calgary. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi berbagai topik/paper, dimana ada 3 ruang presentasi. Info tentang konferensi ini bisa dilihat di http://www.ru.ac.th/elearning_conference

Salah satu materi yg disampaikan oleh Prof. Curtis J. Bonk adalah : E-Learning : Its about Nature (technology) dan Nurture (pedagogy), khusus ttg technology dia menyampaikan “The Ten Forces that Flattened the Learning World
1. Tools for Searching and Finding Information (e.g., Google, Yahoo)
2. Rise in Demend for Online Learning
3. Open-Sourcing Learning : Moodle, Sakai, eduCommons
4. Collaboration (e.g., Skype, Google Talk)
5. Learning Portability (Podcasting, MobileLearning)
6. Learner Empowerment and Individualization of learning (Blog, Wikis, etc)
7. Online Portal of information
8. Online Learning Object Repositories (MERLOT, Connection, Careo, Juram)
9. Open CourseWare (MIT, OCW, Utah State, etc)
10. Knowledge Broker and collectors.
Handout presentasi bisa diunduh di:
- Handout Prof. Curtis J. Bonk Bagian 1
- Handout Prof. Curtis J. Bonk Bagian 2
- Handout Prof. Curtis J. Bonk Bagian 3
- Handout Prof. Curtis J. Bonk Bagian 4

Konferensi diselenggarakan di Ramkhamhaeng University (RU), merupakan universitas besar di Bangkok, dan sudah menjadi campus global karena mempunyai subkampus di 20 negara, dan 29 Test Center di berbagai negara.Konfernsi ini memang tepat diselenggarakan di RU karena universitas ini sangat komit melakukan pengembangan dan penerapan eLearning, memiliki eLearning Center & eTesting Center, mengembangkan TV/Radio Edukasi, Mobile learning, e-Books, Mobile Phone, Internet Radio, Internet TV

Saturday, December 02, 2006

IGI eLearning Expert

Setelah 8 bulan mengikuti Training eLearning Expert yg diselenggarakan oleh IGI-GTZ, akhirnya pada 1 Desember 2006, saya berhasil menyelesaikan training tersebut dan mendapat sertifikat "IGI eLearning Expert".
Training eLearning ini dilakukan secara face-to-face berupa workshop, online learning maupun QA meeting. Pelatih berasal dari CommonSense, Viena - Austria, diantaranya : Arndt Bubenser, Katrin, Julia, Mo & Wahyu Supartono.
Materi traini meliputi :
  • Instructional Design
  • Content Development
  • eLearning Technology & eLearning Systems
  • eLearning Management
  • Tutoring and Support of eLearning Course
Durasi training ini sekitar 200 jam, dengan project akhir berupa eLearning modul yang dapat dilihat di http://www.igi-alliance.com/eLearning

Saya sendiri bersama 2 teman membuat modul mengenai "Computer Hardware", modul ini rencananya bulan Januari bisa dimulai utk pelaksanaan eLearningnya. Terdiri dari 5 topik utama.

Thursday, May 18, 2006

Belajar Photoshop

Lagi saya menemukan sebuah situs belajar online, yaitu belajarphotoshop.com
Meskipun belum menggunakan platform e-learning, tetapi situs ini bisa menjadi sebuah ide bagi yg ingin membangun e-learning.
Sistem belajar masih dikombinasikan dengan materi dari CD, mungkin karena berupa film, materi yg di download dan pdf file, kemudian komunikasi menggunakan mailing list.